Dua tahun perang di Ukraina: Lima pertanyaan utama dan jawabannya

Perang di Ukraina sudah berlangsung selama dua tahun dan sepertinya masih jauh dari kata tuntas. BBC melihat situasi saat ini dan menelaah apa yang kira-kira akan terjadi.

Baik Ukraina maupun Rusia – juga sekutu negara masing-masing – tidak melihat adanya landasan untuk perdamaian.

Kyiv bersikukuh perbatasan-perbatasan negara yang diakui internasional harus dikembalikan dan pasukan Rusia harus angkat kaki. Sementara Moskow berkeras Ukraina bukanlah negara yang sah dan tekanan militer akan terus dilakukan sampai semua tujuan Rusia tercapai.

Pertempuran sengit berlangsung alot selama musim dingin, merenggut nyawa dari kedua belah pihak.

Garis depan pertempuran membentang sepanjang 1.000 km, dan bentuknya hampir tidak berubah sejak musim gugur dua tahun lalu.

Dalam waktu beberapa bulan setelah Rusia menginvasi negara mereka dengan skala penuh pada 2022, Ukraina mendorong mundur pasukan Rusia dari utara dan sekitar ibu kota Kyiv.

Pada akhir tahun itu, Ukraina merebut kembali teritori besar di timur dan selatan.

Namun, pasukan Rusia kini telah membangun pertahanan yang kuat dan Ukraina menyatakan amunisi mereka kian menipis.

Banyak pihak, termasuk bekas panglima militer Ukraina Valerii Zaluzhnyi dan beberapa blogger militer pro-Kremlin Rusia, menilai telah terjadi kebuntuan militer.

Memasuki pertengahan Februari, pasukan Ukraina mundur dari Kota Avdiivka di bagian timur setelah mati-matian mempertahankannya.

Rusia menyebut ini adalah kemenangan besar karena posisi Avdiivka strategis – kota itu bisa menjadi jalan masuk untuk invasi lebih dalam.

Kyiv menyatakan penarikan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan nyawa prajuritnya dan mereka tidak menyanggah bahwa pasukan mereka kalah jumlah dan senjata.

Ini adalah keberhasilan terbesar Rusia sejak merebut Bakhmut pada Mei lalu. Di sisi lain, Avdiivka hanya berjarak 20 km barat laut dari Donetsk, kota Ukraina yang diduduki Rusia sejak 2014.

Perkembangan ini jauh dari tekad awal Rusia pada Februari 2022 yang sesumbar akan merebut ibu kota Kyiv “dalam tiga hari”. Ambisi invasi Rusia ini dibagikan oleh blogger militer dan diulangi oleh propaganda negara

Sekarang ini, sekitar 18% wilayah Ukraina masih berada di bawah pendudukan Rusia.

Wilayah ini mencakup Semenanjung Krimea yang dianeksasi pada Maret 2014 serta sebagian besar Donetsk dan Luhansk di timur yang direbut Rusia tak lama setelahnya.

Apakah dukungan terhadap Ukraina menurun?

Selama lebih dari dua tahun, para sekutu Ukraina mengirim bantuan dalam jumlah besar dari segi militer, finansial, dan kemanusiaan. Menurut Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia, berbagai institusi Uni Eropa mengirim bantuan senilai US$92 miliar (Rp 1.438,42 triliun) sementara AS mengirim US$73 miliar (Rp 1.141,35 triliun).

Negara-negara Barat menyuplai peralatan tempur seperti tank militer, sistem pertahanan udara, dan artileri jarak jauh – semuanya dilakukan untuk membantu Ukraina.

Akan tetapi, aliran bantuan menyusut dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terjadi di tengah perdebatan yang muncul tentang berapa lama lagi negara-negara sekutu dapat mendukung Ukraina secara realistis.

Di AS, bantuan baru senilai US$60 miliar (Rp 937,56 triliun) tertahan di Kongres akibat perdebatan politik domestik.

Selain itu, para pendukung Ukraina juga khawatir dukungan AS akan berhenti apabila Donald Trump menang di pilpres November nanti.

Di Uni Eropa, paket bantuan sebesar US$54 miliar (Rp 843,51 triliun) disetujui pada Februari setelah melalui proses diskusi dan tawar menawar yang panjang – terutama dari Hungaria yang dipimpin Perdana Menteri Victor Orban, sekutu Putin dan secara terbuka menentang dukungan terhadap Ukraina.

Selain itu, Uni Eropa diperkirakan hanya akan mengirimkan sekitar setengah dari satu juta amunisi artileri yang dijanjikannya kepada Kyiv pada akhir Maret 2024.

Apakah tujuan Rusia sudah berubah?

Banyak pihak yang meyakini Presiden Vladimir Putin masih menginginkan Ukraina seutuhnya.

Dalam wawancaranya baru-baru ini dengan pembawa acara bincang-bincang, Tucker Carlson, Putin sekali lagi memaparkan pandangannya yang terdistorsi tentang sejarah dan konflik – tanpa memperoleh bantahan.

Putin selama ini berargumen – tanpa memberikan bukti yang kuat – bahwa warga sipil di Ukraina, terutama mereka di wilayah Donbas timur, membutuhkan perlindungan Rusia.

Vladimir Putin

Putin mengutarakan pandangannya soal pengaruh NATO ke arah timur dalam wawancara dengan Tucker Carlson.

Sebelum perang, Putin menulis esai panjang yang menyangkal keberadaan Ukraina sebagai negara berdaulat. Menurut Putin, orang-orang Rusia dan Ukraina adalah “satu kesatuan”.

Pad Desember 2023, Putin mengatakan tujuan “operasi militer khusus” Rusia tidak berubah, termasuk “denazifikasi” – yang didasarkan klaim tidak berdasar tentang pengaruh sayap kanan di Ukraina.

Putin menambahkan dirinya menghendaki “demiliterisasi” dan Ukraina yang “netral” sekaligus terus menentang perluasan pengaruh NATO ke timur Eropa.

Sebagai negara independen, Ukraina tidak pernah tergabung dalam aliansi militer mana pun. Tujuan politik Ukraina termasuk bergabung ke Uni Eropa dan tengah membicarakan aliansi lebih dekat dengan NATO. Kedua tujuan ini sekarang lebih prospektif ketimbang sebelum perang pecah.

Tujuan-tujuan ini guna memperkuat kenegaraan Ukraina dan menghindari keterlibatan proyek-proyek geopolitik untuk memulihkan Uni Soviet dalam bentuk apa pun.

prajurit

Para pakar menilai ada kemungkinan perang akan terus berlangsung dengan jumlah korban bertambah banyak

Dua skenario lainnya yang potensinya sama-sama besar adalah Ukraina akan membuat kemajuan militer yang lumayan tapi tidak ada perjanjian untuk mengakhiri perang – atau dukungan sekutu Ukraina berkurang dan mereka mendorong Ukraina untuk negosiasi penyelesaian sengketa.

Namun, masih ada ketidakpastian tentang bagaimana hasil pilpres https://menghadapimu.com/https://menghadapimu.com/AS dan perang lainnya (terutama konflik Israel-Hamas) dapat mempengaruhi prioritas dan loyalitas pendukung-pendukung Ukraina dan Rusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*